BERANDA BERITA BUKU DIALOG ESAI FOTO FILM GAME GURU HAYAT
  KARYA SISWA TOKOH TIPS WISATA BUKU TAMU  
 
Berpikir Historis Ala Wineburg
08-01-2010
 

JUDUL > Berpikir Historis; Memetakan Masa Depan, Mengajarkan Masa Lalu | PENULIS > Sam Wineburg | PENERBIT > Yayasan Obor Indonesia |  TAHUN TERBIT > 2006 | JUMLAH HALAMAN > 381+xxxii

Oleh Rhoma Dwi Aria Yuliantri

Sejarah sudah mengalami perubahan yang besar dalam beberapa puluh tahun terakhir ini. Sejarah bukan lagi hanya menghafal tanggal-tanggal peristiwa atau fakta-fakta tetapi merupakan lumbung yang kompleks dalam kehidupan manusia. Inilah kesan yang paling mendalam ketika membaca buku “Berpikir Historis: Memetakan Masa Depan Mengajarkan Masa Lalu”.

Membaca buku sejarah dengan terampil, membaca dokumen sejarah dengan kritis, membaca peristiwa sesuai dengan konteks, berdiskusi, evaluasi dan membuat guru sejarah bisa dilihat, sampai kekaburan moral dalam kelas sejarah menjadi topik yang dikupas oleh Sam Winerburg dalam bukunya.

Alasan mengapa belajar sejarah menjadi ulasan pembuka buku Sam Winerburg, Profesor Jurusan Pendidikan di Stanford University dan Profesor Jurusan Sejarah. Menurut Sam, sejarah perlu diajarkan di Sekolah karena memiliki potensi untuk menjadikan manusia berkeperikemanusiaan, hal yang tidak dilakukan oleh semua kurikulum pembelajaran lainnya di sekolah (p.6).

Lebih jauh Sam menjelaskan bahwa jika dimanfaatkan dengan baik dengan menyelaraskan kebutuhan kekinian dan mengabaikan yang tidak sesuai lagi sejarah akan menjadi sangat berguna. Menurutnya masa lalu menjadi tanah liat, kita tidak dituntut untuk memperluas pemahaman kita untuk belajar dari masa lalu. Justru sebaliknya. Masa lalu kita bengkak-bengkokkan sekehendak hati kita agar sesuai dengan makna yang telah lebih dahulu kita tentukan baginya (p.8).

Dari kisah singkat program penelitian tentang pertemuan murid sekolah lanjut dengan sebuah dokumen, Sam kemudian menyimpulkan bahwa mampu berfikir sejarah, berarti mengharuskan berfikir dengan cara yang bertentangan dengan cara berfikir sehari-hari. Sam bersepakat dengan pendapat Ginzburg bahwa tujuan belajar sejarah adalah mengajarkan apa yang tidak dapat kita lihat.

Bagian yang menarik lainnya adalah tema “Membayangkan Masa Lalu”, disini dilakukan riset tentang sejauhmana uraian buku sejarah  mendorong siswa untuk melukiskan tokoh sejarah yang umum dikenal. Dengan memulai memberikan pertanyaan dilanjutkan dengan menggambar, lalu analisis hasil. Hasil dari ujicoba ini memang cukup abstraksi. Dari lukisan tersebut bisa dipetakan apa saja yang dipikirkan siswa tentang tokoh sejarah, budaya dan masa lalu.

Model kearifan dalam pembelajaran sejarah, dibahas pula dengan sangat menarik bertumpu dengan hasil riset wawancara mendalam dan pengamatan dari sebelas guru yang terbaik dipilih oleh rekan-rekan mereka. Membaca bagian ini kita akan dibawa kemasing-masing kelas guru dan seakan-akan ikut dalam kelas mereka yang dapat mengispirasikan kita untuk menemukan model-model pembelajaran sejarah. Buku ini juga mengajak kita untuk berfikir kritis terhadap teks sejarah.

Buku peraih The Frederic W.Ness Book Award menjadi penting untuk membuka jedela pengetahuan kita tentang pembelajaran sejarah. Miris kemudian mengetahui betapa luar biasanya inovasi-inovasi yang telah dilakukan dalam pembelajaran sejarah dan kita masih jauh tertinggal di sini.***

Rhoma Aria Dwi Yuliantri, Penulis dan Periset Sejarah Indonesia

 
Komentar 1
 

 
Peristiwa Kecil dan Nasionalisme
17-01-2010

 

Buku ini menghimpun potongan-potongan peristiwa kecil yang menarik dan remeh-temeh, persinggungan pribumi dengan teknologi-teknologi baru yang mengakibatkan perubahan sosial ketika kolonialisme tengah berlangsung pada tahun 1800-an dan 1900an  >>>

Berpikir Historis Ala Wineburg
08-01-2010

BUKU ini mengajak kita untuk berpikir kritis terhadap sejarah dan memberikan inspirasi untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran sejarah. >>>

Menelusuri Jejak Leluhur Timor
26-12-2009

Buku ini menjadi referensi yang cukup penting karena sumber cetak tentang sejarah Timor masih sangat langka.

Batu, Seragam, dan Kekuasaan
22-12-2009

Tema-tema sketsa masa Demokrasi Terpimpin tidak pernah dipasang di Monas. Suharto punya kebijakan sendiri. >>>

Cari
6 September
Yang terjadi adalah Selanjutnya...
   
   
Peristiwa yang terjadi pada tanggal kelahiranmu
MATERI
 
GURU
Nelly_c@n
Tanya
--------------------------------------------
PRAS man 1
hilangkan kesan belajar sejarah tidak menarik!!
--------------------------------------------
astrini novi puspita
gagasan belajar sejarah BARU!
--------------------------------------------
erly
Tanya Pak
--------------------------------------------
 
 

 
Komentar
Berpikir Historis Ala Wineburg
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
SMA 5 Yogya, Pak Edi: “Setiap kelas yang saya ajar, saya tantang?”
I. Kedatangan Orang-orang Eropa di Indonesia
Dialog
Barbara Hatley: “Setiap 4 Malam dalam Seminggu Saya Selalu Nonton Ketoprak”
Jennifer Lindsay: “Saya tidak lulus mata kuliah Sejarah”
“Baskoro T Wardaya: Kalau Pembelajaran Sejarah Hilang, Hilang pula Indonesia”
Anhar Gonggong: “Faktanya, Pemerintah Lebih Mendengarkan Taufiq Ismail Ketimbang Sejarawan”
Tips
SMA IT Bina Umat, Ibu Ary:‘Ketika di Presure dengan UNAS Saya Membikin Bersemangat dengan Sejarah
SMA 5 Yogya, Pak Edi: “Setiap kelas yang saya ajar, saya tantang?”
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
IHWAL PENGELOLA ALAMAT KIRIM TULISAN
Copyright @ 2009 BelajarSejarah.com, all rights reserved