BERANDA BERITA BUKU DIALOG ESAI FOTO FILM GAME GURU HAYAT
  KARYA SISWA TOKOH TIPS WISATA BUKU TAMU  
 
Napak Tilas Markas Sang Pangeran
09-01-2010
 

SURAT keputusan peraturan perpajakan yang dibuat oleh Sultan Hamengku Buwono IV pada tahun 1823 menjadi salah satu sumber kekecewaan Pangeran Diponegoro. Pada masa itu, moralitas dan rasa kemanusiaan kaum bangsawan luntur akibat harta dan tahta. Kesakralan Kraton Yogyakarta pun nyaris tak berbekas karena banyak pejabat kraton yang tunduk pada peraturan Belanda. Berikut nukilan surat tersebut: “Jika kamu berpihak pada saya, cabutlah surat keputusan itu, dan jangan takut kepada residen. Tetapi jika kamu memilih memihak residen, saya tidak akan ikut campur “

Kekecewaan Pangeran Diponegoro bertambah manakala Belanda memasang patok-patok (tiang-tiang pancang) sebagai tanda pembuatan jalan baru, yang melintasi tanah Beliau di Tegalrejo sekitar pertengahan tahun 1825. Akhirnya -  tanggal 21 Juli 1825 - Belanda menyerang dan membakar rumah Pengeran Diponegoro, setelah beliau dengan sengaja mencabut kembali patok-patok itu.

Peristiwa itu mengawali pecahnya perang Diponegoro (1825-1830), sekaligus menjadikan Goa Selarong dikenal sebagai tempat bersejarah karena digunakan beliau untuk mengatur strategi perang gerilya ketika itu. Goa ini berlokasi di Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, lebih kurang 10 kilometer di bagian selatan Kota Yogyakarta.

Nama Selarong sendiri berasal dari kata ‘sila’ (bersila) dan ‘rong’ (goa), yang mencerminkan kebiasaan Diponegoro saat bersemedi atau mengatur strategi sambil bersila di Goa. Goa yang sebenarnya berjumlah dua buah, Goa Kakung dan Goa Putri, ini letaknya di puncak bukit, menghadap arah selatan. Goa Kakung dipergunakan oleh Pangeran Diponegoro, sedangkan Goa Putri diperuntukkan bagi putri dan isteri para pemimpin prajurit.

Di sebelah barat Goa, terdapat air terjun yang teduh dan indah. Di balik Goa (bagian utara) banyak ditumbuhi pohon jambu kluthuk (jambu biji), yang buahnya biasa ditawarkan penduduk setempat sebagai oleh-oleh. Meski untuk mencapainya cukup melelahkan, namun di balik Goa terhampar pemandangan indah khas pedesaan. 

Sekitar seratus meter di selatan Goa, terdapat patirtan (kubangan air) yang menyerupai sendang, masing-masing berada di bagian bawah dan di atas bukit. Sendang bagian bawah bernama Manikmaya, dan di atasnya adalah Umbulmaya. Kedua sendang tersebut biasa dimanfaatkan Pangeran dan pengikutnya pada waktu itu untuk membersihkan diri maupun sumber air minum. Sendang Manikmaya sendiri konon berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit, sehingga tidak sedikit pengunjung yang mengkhususkan diri datang ke tempat ini untuk memperoleh airnya.

Sayang, keberadaan diorama di barat pintu masuk yang seharusnya dapat berbicara banyak mengenai perjuangan Diponegoro sulit untuk dinikmati. Namun demikian, suasana alami, kesederhanaan, dan keprihatinan di kala itu masih dapat dirasakan.***

 

 
Komentar 0
 

 
Peristiwa Kecil dan Nasionalisme
17-01-2010

 

Buku ini menghimpun potongan-potongan peristiwa kecil yang menarik dan remeh-temeh, persinggungan pribumi dengan teknologi-teknologi baru yang mengakibatkan perubahan sosial ketika kolonialisme tengah berlangsung pada tahun 1800-an dan 1900an  >>>

Berpikir Historis Ala Wineburg
08-01-2010

BUKU ini mengajak kita untuk berpikir kritis terhadap sejarah dan memberikan inspirasi untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran sejarah. >>>

Menelusuri Jejak Leluhur Timor
26-12-2009

Buku ini menjadi referensi yang cukup penting karena sumber cetak tentang sejarah Timor masih sangat langka.

Batu, Seragam, dan Kekuasaan
22-12-2009

Tema-tema sketsa masa Demokrasi Terpimpin tidak pernah dipasang di Monas. Suharto punya kebijakan sendiri. >>>

Cari
8 September
Yang terjadi adalah Selanjutnya...
   
   
Peristiwa yang terjadi pada tanggal kelahiranmu
MATERI
 
GURU
Nelly_c@n
Tanya
--------------------------------------------
PRAS man 1
hilangkan kesan belajar sejarah tidak menarik!!
--------------------------------------------
astrini novi puspita
gagasan belajar sejarah BARU!
--------------------------------------------
erly
Tanya Pak
--------------------------------------------
 
 

 
Komentar
Berpikir Historis Ala Wineburg
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
SMA 5 Yogya, Pak Edi: “Setiap kelas yang saya ajar, saya tantang?”
I. Kedatangan Orang-orang Eropa di Indonesia
Dialog
Barbara Hatley: “Setiap 4 Malam dalam Seminggu Saya Selalu Nonton Ketoprak”
Jennifer Lindsay: “Saya tidak lulus mata kuliah Sejarah”
“Baskoro T Wardaya: Kalau Pembelajaran Sejarah Hilang, Hilang pula Indonesia”
Anhar Gonggong: “Faktanya, Pemerintah Lebih Mendengarkan Taufiq Ismail Ketimbang Sejarawan”
Tips
SMA IT Bina Umat, Ibu Ary:‘Ketika di Presure dengan UNAS Saya Membikin Bersemangat dengan Sejarah
SMA 5 Yogya, Pak Edi: “Setiap kelas yang saya ajar, saya tantang?”
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
IHWAL PENGELOLA ALAMAT KIRIM TULISAN
Copyright @ 2009 BelajarSejarah.com, all rights reserved