BERANDA BERITA BUKU DIALOG ESAI FOTO FILM GAME GURU HAYAT
  KARYA SISWA TOKOH TIPS WISATA BUKU TAMU  
 
Posisi Komodo Terancam dari Tujuh Keajaiban Dunia
05-02-2010
 

KUPANG--MI: Posisi komodo (varanus comodoensis) mulai terancam dari daftar tujuh keajaiban dunia, menyusul dukungan terhadap biawak raksasa asal Pulau Komodo di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut terus menurun.
Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya NTT Ansgerius Takalapeta ketika melalui telepon genggamnya dari Kupang ke Kalabahi, Ibu Kota Kabupaten Alor, Kamis (4/2), mengakui posisi komodo saat ini terancam karena mulai melorot pada klaster 8-14. "Ada empat klaster dan saat ini Komodo masuk dalam klaster 8-14 dari sebelumnya 1-7," kata mantan Bupati Alor dua periode ini.
Dia mengatakan sejak diumumkan pada 21 Juli 2009 melalui situs New7 Wonders Foundation, komodo yang diyakini sebagai makluk purba terakhir di muka bumi ini masuk sebagai salah satu finalis dari 28 finalis setelah menyisihkan sekitar 440 nominasi dari 220 negara. "Ketika itu, kami terus melakukan sosialisasi untuk meminta dukungan. Permintaan dukungan itu tidak hanya kepada rakyat NTT, tetapi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Menurut mantan Bupati Alor dua periode (1999-2009) tersebut, masuknya komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, tidak hanya memberi dampak pada masyarakat NTT, tetapi untuk seluruh Indonesia. "Para wisatawan dari Belanda, misalnya, tidak mungkin langsung ke Labuanbajo di ujung barat Pulau Flores untuk melihat komodo, tetapi harus melalui Jakarta, Surabaya dan juga Denpasar, Bali," katanya mencontohkan.
Artinya, kata Takalapeta, efeknya tidak hanya dirasakan oleh pemerintah dan rakyat NTT saja, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Indonesia. "Pak Gubernur (Gubernur NTT Frans Lebu Raya, red) minta saya keliling ke mana-mana dan saya sampaikan bahwa Komodo bukan hanya milik orang NTT, tetapi milik kita bersama, mari kita berikan dukungan," katanya menambahkan.
Karena itu, pemerintah dan rakyat di provinsi kepulauan ini mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama memberikan dukungan agar Komodo bisa terpilih dan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. "Kita masih memiliki cukup waktu untuk mendongkrak posisi Komodo ke peringkat yang lebih tinggi, tetapi dukungan tidak bisa hanya dari masyarakat NTT, tetapi seluruh masyarakat Indonesia," katanya.
Menurut dia, tanpa adanya dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, harapan untuk menjadikan komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia bakal hanya tinggal kenangan.

Sumber berita: Mediaindonesia.com

Sumber gambar:thinkquantum.wordpress.com

 
Komentar 0
 

 
Peristiwa Kecil dan Nasionalisme
17-01-2010

 

Buku ini menghimpun potongan-potongan peristiwa kecil yang menarik dan remeh-temeh, persinggungan pribumi dengan teknologi-teknologi baru yang mengakibatkan perubahan sosial ketika kolonialisme tengah berlangsung pada tahun 1800-an dan 1900an  >>>

Berpikir Historis Ala Wineburg
08-01-2010

BUKU ini mengajak kita untuk berpikir kritis terhadap sejarah dan memberikan inspirasi untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran sejarah. >>>

Menelusuri Jejak Leluhur Timor
26-12-2009

Buku ini menjadi referensi yang cukup penting karena sumber cetak tentang sejarah Timor masih sangat langka.

Batu, Seragam, dan Kekuasaan
22-12-2009

Tema-tema sketsa masa Demokrasi Terpimpin tidak pernah dipasang di Monas. Suharto punya kebijakan sendiri. >>>

Cari
8 September
Yang terjadi adalah Selanjutnya...
   
   
Peristiwa yang terjadi pada tanggal kelahiranmu
MATERI
 
GURU
Nelly_c@n
Tanya
--------------------------------------------
PRAS man 1
hilangkan kesan belajar sejarah tidak menarik!!
--------------------------------------------
astrini novi puspita
gagasan belajar sejarah BARU!
--------------------------------------------
erly
Tanya Pak
--------------------------------------------
 
 

 
Komentar
Berpikir Historis Ala Wineburg
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
SMA 5 Yogya, Pak Edi: “Setiap kelas yang saya ajar, saya tantang?”
I. Kedatangan Orang-orang Eropa di Indonesia
Dialog
Barbara Hatley: “Setiap 4 Malam dalam Seminggu Saya Selalu Nonton Ketoprak”
Jennifer Lindsay: “Saya tidak lulus mata kuliah Sejarah”
“Baskoro T Wardaya: Kalau Pembelajaran Sejarah Hilang, Hilang pula Indonesia”
Anhar Gonggong: “Faktanya, Pemerintah Lebih Mendengarkan Taufiq Ismail Ketimbang Sejarawan”
Tips
SMA IT Bina Umat, Ibu Ary:‘Ketika di Presure dengan UNAS Saya Membikin Bersemangat dengan Sejarah
SMA 5 Yogya, Pak Edi: “Setiap kelas yang saya ajar, saya tantang?”
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
IHWAL PENGELOLA ALAMAT KIRIM TULISAN
Copyright @ 2009 BelajarSejarah.com, all rights reserved