BERANDA BERITA BUKU DIALOG ESAI FOTO FILM GAME GURU HAYAT
  KARYA SISWA TOKOH TIPS WISATA BUKU TAMU  
Hak-hak Para Tenaga Guru
07-12-2009

Diah Rini Marwati

Membaca status Diah Rini Marwati kemarin (5 Desember 2009) http://www.facebook.com/home.php?ref=home#/profile.php?id=100000008390736 Mengingatkan saya akan hak-hak para guru sebagai tenaga pendidik profesional di sekolah.
Menurut Diah, Sang kepala sekolah telah berbaik hati dengan mengijinkannya untuk tidak masuk ke sekolah dalam mempersiapkan ujian cpns. Naif sekali jika kita harus mengemis waktu untuk belajar dan menghadapi ujian demi masa depan yang lebih baik.
Seusai menamatkan studi di IKIP /UNY saya pulang kampung ke Jepara, mengabdikan pengetahuan dan tenaga ke mantan sekolah smp yang pernah aku duduki. Aku diangkat sebagai guru GTT (Gaji Tidak Tetap / Guru Tidak Tentu). Aku mengajar sepuluh kelas dari kelas 1 sampai kelas 2. Aku diharuskan masuk tiga setengah hari untuk memenuhi tugasku diatas. Sementara guru pns yang lain bekerja 5 hari. Jadi cuman beda satu setengah hari.. Waktu itu aku digaji Rp. 116.000 (Seratus enam belas ribu rupiah) sebulan.
Selama mengabdi aku tidak pernah bolos. Mencoba menjadi guru yang baik dan suri tauladan bagi anak-anak didikku di kelas satu dan dua. Tapi setiap kali pulang ke rumah rasa lapar yang luar biasa selalu menyerang, untunglah emakku (Panggilan "Ibu" dalam bahasa keluargaku) senantiasa menyediakan tungku nasi yang siap aku makan. Meski capek atau sakit aku paksakan untuk datang ke kelas, karena aku merasa harus datang ke tempat kerja. Kepala sekolah akan menanyakan kenapa guru baru berani-beraninya bolos kerja dan lain sebagainya. Kemudian julukan yang "kurang baik" akan melekat di jenjang karirku yang dini.
Saat ini baru mengendap dari benakku kalau guru memiliki hak-hak selayaknya tenaga kerja profesional. Pertama, hak cuti sakit. Di negara-negara Industri seperti Britain, Jerman, Denmark, Swiss dan Australia. Seorang tenaga kerja memiliki hak cuti sakit selama sepuluh hari dalam satu tahun. Setiap kali karyawan yang bersangkutan ambil cuti sakit harus disertai surat keterangan dokter.
Kedua, hak cuti berlibur. Di negara-negara tesebut diatas rata-rata memberikan hak kepada para tenaga kerja untuk ambil cuti berlibur selama empat minggu atau satu bulan. Jika seorang karyawan ingin berlibur lebih dari sebulan maka selebihnya tidak mendapat gajian.
Ketiga, hak menabung untuk masa pensiun. Usia pensiun tidak bisa dihindari dari setiap manusia, tak terkecuali seorang guru. Keadaan di negeri kita saya pandang sangat diskriminatif terhadap guru-guru swasta. Hanya pensiunan pegawai negeri sajalah yang berhak menerima jaminan pensiun dari pemerintah atau institusi perbankan di tanah air. Bayangkan jika seorang guru yang bekerja selama tiga puluh tahun bukan sebagai pegawai negeri di usianya yang senja, sang guru ini tidak layak mendapatkan pensiun dan tidak kuat terus berdiri di depan kelas dari pagi sampai siang, tujuh jam sehari. Sementara guru pensiunan pns diusianya yang relatif muda, 55 tahun harus pensiun kemudian layak menerima jaminan pensiun di hari tua. Kesejahteraan pensiun guru atau semua tenaga kerja tidak bisa dibedakan karena status mereka sebagai pegawai negeri atau bukan. Karena pekerjaan yang dilakukan guru adalah sama: Mendidik.
Keempat, hak bebas dari sikap diskriminatif pemerintah. Saat ini pemerintah masih memegang teguh aturan untuk menjadi pns sang calon berumur harus berumur kurang dari 35 tahun. Ini adalah sebuah undang-undang atau aturan yang diskriminatif. Kriteria baik dan buruk atas tenaga kerja tidak ditentukan oleh umur seseorang, tetapi dari kemauan, prestasi dan niatan seseorang yang ingin mengabdi kepada instansi tertentu.
Kesimpulannya, keempat hak-hak guru diatas sangat penting bagi kesejahteraan, kesejajaran dan pemurnian i'tikad para pendidik bangsa ini. Saya yakin jika diskriminasi bisa diminimalkan, rencana anggaran pensiun dipersiapkan oleh para pendidik, mereka bisa memaksimalkan tenaga dan pikiran untuk mengajar dan menggali seluruh potensi yang ada dari anak-anak sekolah di Indonesia.


 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lainnya :
Perspektif Historis Peringatan 1 Muharram
Makna Hijrah Bagi Lingkungan
Perkawinan pada Masyarakat Betawi
Sumenep di bawah Pemerintahan Panembahan Notokusumo I (1762 – 1811)
Hak-hak Para Tenaga Guru
Akomodasi VOC
Tragedi Prisoner of War (P.O.W) di Banyumas
PSSI, Tendangan Bola dan Politik Kebangsaan
Dari Politik Etis untuk Para Petani Pribumi
 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Komentar 0
 

 
Peristiwa Kecil dan Nasionalisme
17-01-2010

 

Buku ini menghimpun potongan-potongan peristiwa kecil yang menarik dan remeh-temeh, persinggungan pribumi dengan teknologi-teknologi baru yang mengakibatkan perubahan sosial ketika kolonialisme tengah berlangsung pada tahun 1800-an dan 1900an  >>>

Berpikir Historis Ala Wineburg
08-01-2010

BUKU ini mengajak kita untuk berpikir kritis terhadap sejarah dan memberikan inspirasi untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran sejarah. >>>

Menelusuri Jejak Leluhur Timor
26-12-2009

Buku ini menjadi referensi yang cukup penting karena sumber cetak tentang sejarah Timor masih sangat langka.

Batu, Seragam, dan Kekuasaan
22-12-2009

Tema-tema sketsa masa Demokrasi Terpimpin tidak pernah dipasang di Monas. Suharto punya kebijakan sendiri. >>>

Cari
   
Peristiwa yang terjadi pada tanggal kelahiranmu
MATERI
 
GURU
Nelly_c@n
Tanya
--------------------------------------------
PRAS man 1
hilangkan kesan belajar sejarah tidak menarik!!
--------------------------------------------
astrini novi puspita
gagasan belajar sejarah BARU!
--------------------------------------------
erly
Tanya Pak
--------------------------------------------
 
 

 
Komentar
Berpikir Historis Ala Wineburg
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
SMA 5 Yogya, Pak Edi: “Setiap kelas yang saya ajar, saya tantang?”
I. Kedatangan Orang-orang Eropa di Indonesia
Dialog
Barbara Hatley: “Setiap 4 Malam dalam Seminggu Saya Selalu Nonton Ketoprak”
Jennifer Lindsay: “Saya tidak lulus mata kuliah Sejarah”
“Baskoro T Wardaya: Kalau Pembelajaran Sejarah Hilang, Hilang pula Indonesia”
Anhar Gonggong: “Faktanya, Pemerintah Lebih Mendengarkan Taufiq Ismail Ketimbang Sejarawan”
Tips
SMA IT Bina Umat, Ibu Ary:‘Ketika di Presure dengan UNAS Saya Membikin Bersemangat dengan Sejarah
SMA 5 Yogya, Pak Edi: “Setiap kelas yang saya ajar, saya tantang?”
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
IHWAL PENGELOLA ALAMAT KIRIM TULISAN
Copyright @ 2009 BelajarSejarah.com, all rights reserved