BERANDA BERITA BUKU DIALOG ESAI FOTO FILM GAME GURU HAYAT
  KARYA SISWA TOKOH TIPS WISATA BUKU TAMU  
Kwarasan
22-10-2009

Cerita dari Kampungku: Catatan Kecil Sejarah Indonesia

Oleh: Khrisnanda  ( MAN Yogyakarta)

 

Aku tinggal di Perumahan Griya Arga Permai Jl. Bromo F-13 Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Nama dusunku adalah Kwarasan. Waktu aku kecil, aku bertanya kepada neneku “Apakah arti Kwarasan?” Kemudian nenek menjelasakan panjang lebar.

Dahulu tinggal seorang pemuda asal Jawa Tengah. Dia hidup sendiri. Tanpa Keluaraga, tanpa tetangga. Tapi dia senggaja tinggal di situ karena sengaja ingin mencari suasana baru dalam hidupnya. Karena di daerah asalnya, di Jawa Tengah, sedang mengalami krisis air bersih.

Satu bulan lebih dia tinggal di situ. Dengan rumah gubug buatannya sendiri. Mencari makan pun ia lakukan sendiri. Tapi suatu hari, ia jatuh sakit. Badannya panas, kepalanya pusing, dan perutnya mual. Dia ketakutan. Takut tidak dapat mengobati dirinya sendiri atau bahkan mati.

Dua hari berlalu, tiba-tiba ada yang menggedor pintu gubugnya. Seseorang agak tua masuk secara perlahan dan bertanya, “Siapa namamu?” Lalu pemuda menjawab, “Hasan, siapa kamu? Kakek-kakek itu menjawab, “Aku? Panggil saja aku kakek, kamu kenapa?” “Sakit kek”, jawab Hasan. Kakek itu langsung keluar rumah. Siang berganti malam, kakek pulang dengan membawa obat-obatan dari tumbuhan dan memberikannya kepada Hasan. Dan Hasan meminumnya.

Tiba-tiba Hasan sembuh. Badannya yang tadinya panas, kini menjadi normal. Kepala yang tadinya pusing, kini sudah tidak. Ia sangat berterimakasih pada sang kakek.

Satu tahun telah berlalu. Banyak orang yang berdatangan dan menetap di situ. Setiap ada yang sakit, pasti berobat ke kakek yang tinggal satu rumah dengan Hasan. Dengan ramuan penyembuh dari sang kakek, warga di tempat tersebut sehat semuanya.

Setiap kali ada pasien yang datang ke rumah Hasan, ia pasti berkata, “Waras yo?” yang artinya ‘sehat ya'. Dan setiap pasien yang telah selesai berobat, mereka selalu mengucap, ‘Waras San”, yang artinya ‘Sehat San'.

Mendengar hal tersebut, sang kakek menamai desa tersebut dengan nama "Kwarasa" yang artinya adalah orang-orang yang sehat. Begitulah asal muasal nama dusun “Kwarasan” . Banyak warga Kwarasan yang menjadi dokter dan semua warganya sehat wal-afiat. Semoga memang begitu adanya.

 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lainnya :
Permainan Tradisional di Desaku Wirokerten
Sate Klatak Khas Bantul
Asal Usul Kampung Kauman
Berkunjung ke Desaku, Berkunjung ke Candi Gebang
Kwarasan
Bukittinggi, Jutaan Kenangan yang Tak Tergantikan
Sebuah Nama di Kampungku
Bermain Dakon, Gobak Sodor dan Engklek
 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Komentar 0
 

 
Peristiwa Kecil dan Nasionalisme
17-01-2010

 

Buku ini menghimpun potongan-potongan peristiwa kecil yang menarik dan remeh-temeh, persinggungan pribumi dengan teknologi-teknologi baru yang mengakibatkan perubahan sosial ketika kolonialisme tengah berlangsung pada tahun 1800-an dan 1900an  >>>

Berpikir Historis Ala Wineburg
08-01-2010

BUKU ini mengajak kita untuk berpikir kritis terhadap sejarah dan memberikan inspirasi untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran sejarah. >>>

Menelusuri Jejak Leluhur Timor
26-12-2009

Buku ini menjadi referensi yang cukup penting karena sumber cetak tentang sejarah Timor masih sangat langka.

Batu, Seragam, dan Kekuasaan
22-12-2009

Tema-tema sketsa masa Demokrasi Terpimpin tidak pernah dipasang di Monas. Suharto punya kebijakan sendiri. >>>

Cari
   
Peristiwa yang terjadi pada tanggal kelahiranmu
MATERI
 
GURU
Nelly_c@n
Tanya
--------------------------------------------
PRAS man 1
hilangkan kesan belajar sejarah tidak menarik!!
--------------------------------------------
astrini novi puspita
gagasan belajar sejarah BARU!
--------------------------------------------
erly
Tanya Pak
--------------------------------------------
 
 

 
Komentar
Berpikir Historis Ala Wineburg
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
SMA 5 Yogya, Pak Edi: “Setiap kelas yang saya ajar, saya tantang?”
I. Kedatangan Orang-orang Eropa di Indonesia
Dialog
Barbara Hatley: “Setiap 4 Malam dalam Seminggu Saya Selalu Nonton Ketoprak”
Jennifer Lindsay: “Saya tidak lulus mata kuliah Sejarah”
“Baskoro T Wardaya: Kalau Pembelajaran Sejarah Hilang, Hilang pula Indonesia”
Anhar Gonggong: “Faktanya, Pemerintah Lebih Mendengarkan Taufiq Ismail Ketimbang Sejarawan”
Tips
SMA IT Bina Umat, Ibu Ary:‘Ketika di Presure dengan UNAS Saya Membikin Bersemangat dengan Sejarah
SMA 5 Yogya, Pak Edi: “Setiap kelas yang saya ajar, saya tantang?”
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
IHWAL PENGELOLA ALAMAT KIRIM TULISAN
Copyright @ 2009 BelajarSejarah.com, all rights reserved