BERANDA BERITA BUKU DIALOG ESAI FOTO FILM GAME GURU HAYAT
  KARYA SISWA TOKOH TIPS WISATA BUKU TAMU  
Asal Usul Kampung Kauman
02-11-2009

Cerita dari Kampungku: Catatan Kecil Sejarah Indonesia

Oleh: Tsabbit Nur Fadli (SMA N 10 Yogyakarta, XE )

Kauman adalah nama sebuah kampung di Kota Madya Yogyakarta. Kampung ini mempunyai peran penting dalam sejarah lahirnya kesultanan Yogyakarta. Lahirnya kampung Kauman dimulai dengan adanya penempatan abdi dalem Pamethakan yang mempunyai tugas mengusrusi masalah keagamaan khususnya masalah kemasjidan.

Nama kauaman berasal dari pa-kaum-an, Pa=tempat, kaum dari kata Qoimuddin (penegak agama islam0, jadi kauman adalah tempat para penegak agama/para ulama. Setelah Masjid Gedhe didirikan maka sangat diperlukan masyarakat yang memelihara, mengelola, memakmurkan masjid, untuk itu Sri Sultan Hamengku Buwona I yang sangat aktif beribadah meletakkan para ulama pilihan dari pelbagai daerah untuk ditugaskan dalam organisasi keagamaan/kemasjidan dengan pembagian tugas yang telah tertata rapi.

Para ulama yang ditempatan disekitar Masjid Gedhe ini kemudian membentuk komunitas santri dengan perkawinan ’indogami kampung”. Dalam perkembangan lebih lanjut terjadilah komunitas santri dengan ikatan keagamaan dan kekerabatan. Dengan demikian solidaritas komunitas ini sangat kuat. Tradisi kesantrian seperti dalam pendidikan, pergaulan, serta dalam kehidupan bermasyarakat dengan masjid sebagai pusatnya memberikan warna, nuansa, dan ciri khas tersendiri begi kauman dibandingkan dengan kampung-kampung lainnya di kota Yogyakarta pada waktu itu.

Kehidupan masyarakat kauaman sejak tahun 1900 sampai dengan tahun 1930 mempunyai kesetaraan ekonomi. Mata pencaharian bersumber pada jabatan sebagai abdi dalem keraton Yogyakarta dan juga mempunyai penghasilan tambahan dari kerajinan batik. Pendidikan pokok masyarakat kauman awalnya di pondok pesantren. Pada tahun 1912 sampai 1913 pendidikan yang mulanya berorientasi ke pondok pesantren beralih ke pendidikan sekolah umum dengan tetap memasukkan agama Islam sebagai kurikulum.

Sumber foto:http://hidayat-gustiansyah.blogspot.com

 

 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lainnya :
Permainan Tradisional di Desaku Wirokerten
Sate Klatak Khas Bantul
Asal Usul Kampung Kauman
Berkunjung ke Desaku, Berkunjung ke Candi Gebang
Kwarasan
Bukittinggi, Jutaan Kenangan yang Tak Tergantikan
Sebuah Nama di Kampungku
Bermain Dakon, Gobak Sodor dan Engklek
 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Komentar 2
 

 
Peristiwa Kecil dan Nasionalisme
17-01-2010

 

Buku ini menghimpun potongan-potongan peristiwa kecil yang menarik dan remeh-temeh, persinggungan pribumi dengan teknologi-teknologi baru yang mengakibatkan perubahan sosial ketika kolonialisme tengah berlangsung pada tahun 1800-an dan 1900an  >>>

Berpikir Historis Ala Wineburg
08-01-2010

BUKU ini mengajak kita untuk berpikir kritis terhadap sejarah dan memberikan inspirasi untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran sejarah. >>>

Menelusuri Jejak Leluhur Timor
26-12-2009

Buku ini menjadi referensi yang cukup penting karena sumber cetak tentang sejarah Timor masih sangat langka.

Batu, Seragam, dan Kekuasaan
22-12-2009

Tema-tema sketsa masa Demokrasi Terpimpin tidak pernah dipasang di Monas. Suharto punya kebijakan sendiri. >>>

Cari
   
Peristiwa yang terjadi pada tanggal kelahiranmu
MATERI
 
GURU
Nelly_c@n
Tanya
--------------------------------------------
PRAS man 1
hilangkan kesan belajar sejarah tidak menarik!!
--------------------------------------------
astrini novi puspita
gagasan belajar sejarah BARU!
--------------------------------------------
erly
Tanya Pak
--------------------------------------------
 
 

 
Komentar
Berpikir Historis Ala Wineburg
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
SMA 5 Yogya, Pak Edi: “Setiap kelas yang saya ajar, saya tantang?”
I. Kedatangan Orang-orang Eropa di Indonesia
Dialog
Barbara Hatley: “Setiap 4 Malam dalam Seminggu Saya Selalu Nonton Ketoprak”
Jennifer Lindsay: “Saya tidak lulus mata kuliah Sejarah”
“Baskoro T Wardaya: Kalau Pembelajaran Sejarah Hilang, Hilang pula Indonesia”
Anhar Gonggong: “Faktanya, Pemerintah Lebih Mendengarkan Taufiq Ismail Ketimbang Sejarawan”
Tips
SMA IT Bina Umat, Ibu Ary:‘Ketika di Presure dengan UNAS Saya Membikin Bersemangat dengan Sejarah
SMA 5 Yogya, Pak Edi: “Setiap kelas yang saya ajar, saya tantang?”
SMA 10: Belajar Sejarah Padu dengan Pembelajaran Lainnya
IHWAL PENGELOLA ALAMAT KIRIM TULISAN
Copyright @ 2009 BelajarSejarah.com, all rights reserved